Sabtu, 21 Maret 2015

Foto yang Tak Pernah Ada

- Maret 21, 2015 0 komentar

Setiap oramg selalu bahagia mengingat masa kecilnya. Melihat foto semasa bayi hingga dewasa. Melihat betapa lugu dan polosnya saat kecil. Melihat bahwa masa-masa itu sangat bahagia. Melihat bahwa masa-masa itu tidak ada masalah sama sekali. Sayang, hal itu tidak terjadi padaku. Aku tidak pernah berpikir bahwa foto-foto itu akan sangat berharga. Baru kusadari ketika dewasa, bahwa aku tidak memiliki kenangan masa kecil yang berharga. Tidak ada yang memberitahuku bagaimana aku di waktu kecil. Bagaimana orangtuaku menyayangiku pun tidak ada yang memberitahuku. Baru kusadari bahwa semua orang menutup-nutupi semua hal yang terjadi ketika aku lahir sampai aku masuk TK. Aku bahkan tidak tahu kalau aku nyaris mati sewaktu umur 6 atau 8 bulan karena diare parah. Aku hanya tahu jika semasa kecilku aku orang yang sakit-sakitan. Kelur masuk rumah sakit adalah makananku waktu itu. Suntik sana suntik sini, sampai aku ingat ak prnah disuntik hampir setiap hari atau bahkan dua kali sehari dan aku menghitungnya, menganggap bahwa itu adalah guyonan semata. Aku tidak pernah tahu bahwa sewajarnya yang mengurusiku adalah seorang mama. Selama ini yang kutahu, papa yang setia buat mengurusiku, papa yang selalu perhatian padaku dengan memarahiku, papa yang dengan rela mengorbankan waktu kerjanya untukku dan mama, papa yang dengan rela membolos sebentar demi menjemputku sekolah. Aku tidak pernah tahu, karena semua ini telah menjadi kebiasaan. Semua kebiasaan ini berubah ketika aku mulai bisa berteman dengan banyak orang. Aku mulai tahu bahwa mama dari teman-temanku begitu perhatian pada anaknya. Mama mereka adalah mama yang rela memberikan pundaknya untuk bersandar, memberi nasehat untuk masalah anaknya, memberikan kecup juga peluk hangat di kala anaknya sedih, senantiasa memberikan doa agar anaknya mendapat yang terbaik, dan masih banyak lagi. Sosok mama-mama mereka adalah mama yang menjadi sahabat, teman, saudara, pokoknya all in one jadi satu. Tapi itu tidak kutemukan dalam sisi mamaku. Ketika aku bersedih aku hanya bersandar padaku sendiri *tentu aku bersandar pada Tuhan juga tapi jika di dunia ini aku hanya bersandar pada diriku sendiri* awalnya aku merasa ini hal yang wajar, tapi ternyata tidak. Hal ini mendidikku menjadi pribadi yang sangat tidak peka. Aku menjadi pribadi yang sama seperti papa, laki-laki. Aku menjadi perempuan yang sangat kuat seperti tidak pernah menangis atau bersedih. Semua yang dilihat padaku hanyalah canda tawa dan senyuman. Semua melihatku seperti pribadi yang baik yang penuh canda tawa, careless, carefree. Tidak ada yang tahu tawa itu mengandung makna tersendiri. Aku tidak ingin mengingat semua hal kelamku. Maka dari itu aku ingin bahagia, maka aku tertawa. Namun rupanya ini tidak cukup. Canda tawa ini tidak cukup membuatku bahagia. Entah kenapa masih ada lubang besar menganga dalam diriku. Aku tahu aku harus bersyukur aku tahu aku harus menyerahkannya pada Tuhan. Tapi aku juga tetap manusia biasa, yang mempunyai batas. Mungkin inilah batasku, batas untuk bisa bertahan sendiri. Jika begini ingin sekali aku seperi teman-teman yang lain melihat foto masa lalu dan tersenyum-senyum malu mengingatnya. Sayang foto-foto itu tak ada untukku. Yang kudengar mama sudah membakarnya. Namun aku juga mendengar bahwa foto-foto itu tidak pernah ada. Foto menjadi hal yang mewujudkan kenangan-kenangan yang ada. Namun itu sudah tidak ada. Kembali kuingat foto-foto pernikahan mama dan papa. Aku tidak pernah melihatnya juga. Yang kutahu, foto-foto itu ada banyak, tapi sebagian besar sudah dibakar mama. Mungkin bagi kalian yang membaca ini akan menganggap bahwa papaku orang yang jahat hingga mama membakar foto-foto peenikahannya. Sayangnya tidak. Kelainan yang di derita mama yang membuat mama membakar foto-foto itu. Jika aku mengingatnya aku merasa sedih. Hal yang seharusnya membuatku bahagia berubah menjadi sebuah kesedihan. Belum lama kujumpai sisa-sisa foto yang terbakar itu, tak terasa tangisku tumpah, air mataku meleleh seketika. Aku melihat bagaimana suasana pernikahan sewaktu itu. Bahagia. Namun entah kenapa aku tidak melihat ada senyum mama. Pandangan mama kosong senyumnya hampa. Jika melihat hal itu, aku seperti menyesal telah lahir di dunia ini. Mungkin kalau saja aku tidak ada, mama tidak akan begini. Selalu itu yang aku pikirkan. Pernahkah mama memikirkan hal yang kurasakan? Aku tidak menginginkan apapun dari mama...aku hanya ingin mama berhenti ikut campur urusan orang lain. Aku ingin mama perhatian dan sayaaaang dengan aku dan papa seutuhnya. Tak peduli seberapa sulit dunia akan menghalangi mama, tapi mama tetap sayang dan peduli padaku lebih dari orang lain juga selalu ada untukku, hanya itu yang kuinginkan tidak lebih. Itu yang akan membuatku kuat. Itu yang akan menjadi dasar hidupku untuk bertahan. Ma, kalau mama baca ini, aku mohon ma, mama jangan marah-marah lagi, ngamuk-ngamuk lagi, mama cukup sayangi Clara, dukung Clara sejelek atau sebagus apapun Clara. Dengan begitu Clara bisa semakin kuat dan bersemangat untuk bahagiakan mama, papa, dan semua orang. Bantu Clara, Ma. Karena Clara sayang mama. Sebenci dan sesebel apapun Clara sama mama, Clara tahu tanpa mama Clara nggak bisa ada di dunia. Clara tahu karena Clara mama harus sakit melahirkan Clara. Jadi Clara mau bahagiakan mama, tapi mama juga bantu Clara jangan biarkan Clara jalan sendiri ma.

Selasa, 27 Januari 2015

Happy Complicated Thing...

- Januari 27, 2015 0 komentar

Hidup memang merupakan sesuatu yang rumit bukan? Setiap harinya selalu dihadapkan dengan masalah yang bahkan tidak tahu bagaiamana akan selesai, apa solusinya, lalala dan sebagainya. Masalah muncul silih berganti mewarnai kehidupan yang yaah hanya satu warna saja. Namun hidup yang rumit itu pun tak melulu menyimpan kesulitan, masalah, ataupun kekelaman yang pelik. Ada kalanya hidup sangat menjadi menyenangkan ketika mengenal dunia yang sesungguhnya, bertemu dan mengenal orang-orang yang luar biasa. Pasti pernah terbesit dalam pikiran, "hah~~ membicarakan masa selalu menyenangkan, namun membicarakan bagaimana mewujudkannya sangat melelahkan". Tidak perlu munafik pasti semua pernah merasakannya meski hanya satu detik. Masa depan bisa saja menjadi sangat menyenangkan tinggal bagaimana menghadapi hidup yaa yang rumit tadi. Mendengar sahabat yang merencanakan masa depan dengan orang yang disayanginya, bagaimana sahabat dan teman-teman nanti akan bekerja dan berkeluarga, bagaimana mereka meraih cita-cita mereka merupakan masa depan yang sangat menyenangkan untuk diperbincangkan. Namun kembali ya hidup itu rumit, segalanya, rumit dipahami, rumit dilakukan,  direncanakan pun rumit hahaha...meskipun rumit hendaknya semua makhluk hidup tetap harus bahagia. Bagaimana menjalani hidup yang rumit ini jika tidak ada rasa bahagia menghiasi tingkah laku kita sehari-hari? Tentu akan melelahkan bukan? Hehehe biarlah hidup itu rumit adanya, selanjutnya tinggal bagaimana kita membuat kerumitan itu memudar menjadi sebuah kebahagian yang menghiasi hari-hari kita...Good Morning from Indonesia everyone!!! Have a good Tuesday!!! Jjang!!! FIGHTING!!! Do The best!!! 😊😊😊

Selasa, 30 Desember 2014

Who am I?

- Desember 30, 2014 0 komentar

Terkadang aku merasa seperti orang baik yang sangat menyayangi semua orang. Terkadang aku bisa merasa jahat dan benci kepada semua orang. Terkadang aku merasa seperti orang paling bodoh sedunia. Terkadang pula aku merasa seperti orang yang sangat berpotensi menjadi orang sukses sedunia. I don't know, this who I am. Maybe I can, maybe I can't. Don't push me like you know me. I so much better if I walk on my own. Walk on my own is different with walk alone. I still need all people around me. I love them so much, but don't push me like you all know me so much :D thanks a lot guys :D

Minggu, 23 November 2014

Mana yang Ternyata Menakutkan?

- November 23, 2014 0 komentar
Dulu aku beranggapan bahwa setan atau hantu adalah hal yang paling menakutkan. Bahkan aku sampai tidak bisa tidur hanya karena berkppikir mungkin saat aku tidur aku akan menemukan hantu atau setan di sampingku. Sebegitu takutnya aku sampai aku tidak bisa tidur sama sekali. Bahkan hanya untuk sekedar memejamkan tangan pun aku takut. Sedari kecil besar di keluarga yang kental dengan kebudayaan Jawa khususnya Yogyakarta membuatku mau tak mau percaya dengan keberadaan hantu ataupun setan ataupun roh baik dan buruk. Kebiasaan-kebiasaan budaya Jawa membuatku selalu jadi menghargai adanya benda-benda bertuah yang membuatku sangat takut. Membayangkan "guling" atau "tante" saja sudah membuatku takut. Bahkan aku bertanya-tanya bagaimana bisa teman-temanku yang "super" itu mampu bertahan melihat hal-hal sejenis itu tiap harinya, Membayangkan saja ak tak sanggup, apalagi melihat langsung.
Namun kusadari sekarang, bukan setan atau hantu lagi yang kutakutkan. Meski aku tahu ketakutanku akan hantu atau setan takkan berubah, namun rupanya ada hal yang lebih menakutkan dibandingkan hal-hal seperti itu. Hal menakutkan itu adalah MANUSIA. Mungkin kalian yang membaca ini akan beranggapan aku ini konyol sangat takut pada MANUSIA namun itulah kenyataannya. bukan berarti aku tak takut TUHAN. Aku sangat takut dengan TUHAN, karena jika IA marah maka aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa ditanya sudah jelas bahwa kemarahan TUHAN adalah hal yang paling aku takutkan,

Namun dibandingkan dengan hantu atau setan rupanya MANUSIA lebih menakutkan. Bagaimana tidak, MANUSIA adalah makhluk yang tega membunuh sesamanya tanpa ampun meski MANUSIA lain itu sama sekali tidak bersalah. Dengan seluruh kemampuannya berakal budi, MANUSIA tega menjatuhkan dan menghempaskan kawannya atau bahkan MANUSIA lain yang sangat amat dicintainya. Dengan mulut MANUSIA yang tajam, MANUSIA menyakiti MANUSIA lain begitu saja tanpa ampun. Bahkan tanpa tahu masalah yang sesungguhmya dihadapi pun MANUSIA dengan seenaknya mengambil kesimpulan dan keputusan yang menyesatkan. Aku belajar beberapa hari ini bahwa ternyata MANUSIA adalah makhluk yang lebih menakutkan dibanding hantu atau setan. Sungguh sangat menakutkan seperti kombinasi setan dan hantu yang sangat banyak. Sungguh aku merasa sangat ketakutan dengan yang namanya MANUSIA. Aku takut dibenci mereka tanpa sebab, aku takut disakiti oleh mereka dengan kejam, aku takut sungguh takut dengan tingkah MANUSIA yang semakin menggila dan seenaknya sendiri. Saking takutnya aku dengan manusia aku sampai takut bahwa tingkahku akan menyakiti mereka dan membuat rasa benci mereka atasku muncul. Sebegitu takutnya aku sampai-sampai aku merasa berjalan hanya berdua saja dengan TUHAN, seperti tidak ada MANUSIA lain yang dapat kupercaya karena semuanya palsu dan menakutkan. Aku hanya ingin dunia menjadi damai tanpa ada MANUSIA yang menakutkan, hanya ada MANUSIA baik yang tahu bagaimana untuk menghargai MANUSIA lain. Semoga ketakutan ini tidak menghalangiku menuju langkah yang lebih lagi. Aku hanya bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan selalu agar aku selalu dihindarkan dari MANUSIA yang sangat menakutkan.

Sabtu, 22 November 2014

Time to decide

- November 22, 2014 0 komentar

Biarkan semua orang lakukan apa yang mereka mau. Aku lelah untuk selalu dibandingkan, aku lelah untuk diremehkan. Kalian anggap aku selalu bahagia. Aku anggap aku milik kalian. Jangan kalian sok tahu apa yang ada dalam pikiranku, hatiku. Semuanya ini milikku dan Tuhan. Jangan anggap aku mau mengikuti kalian. Jangan harap aku menjadi seperti yang kalian mau. Aku tidak pernah mau menghargai kalian kalau kalian pun tak menghargaiku. Buat apa? Aku tak pernah bahagia dengan omongan palsu kalian. Tingkah kalian yang merasa sok benar itu memuakkan. Membuatku jijik, merinding, mual, bahkan serasa ingin muntah. Lama-lama hatiku mati, perasaanku mati. Beruntung ak punya teman-teman yang hebat meskipun mereka juga tidak peduli denganku sepenuh hatinya. Kalian boleh bilang aku keras kepala, aku bekerja semauku atau apalah itu namanya. Aku sudah muak dengan kalian. Hidupku sendiri aku yang tahu jangan terlalu banyak komentar. Aku tidam ingin menyumpahi kaliam atau mengerjai kalian. Aku bukan orang yang sejahat itu. Hanya saja jangan pernah anggap aku milik kalian lagi kalau kalian tidak bisa menghargaiku. Aku begini semua salah siapa? Aku pun nggak mau begini, kalian semua bilang itu salahku. Salahkan saja aku terus kalau begitu aku memang patut kalian salahkan, karena kalian memang selalu benar. Di mata kalian tidak ada yang benar selain kaliam sendiri. Kalau begitu lupakan aku dan anggap saja aku tak pernah ada. Jangan kaget kalau aku meninggalkan kalian ke luar negeri atau negara yang jauh. Aku tidak peduli, maaf hati dan rasa ini sudah mati, capek, lelah. Aku tidak peduli dengan semua rasa sayang kalian yang palsu, tidak ikhlas. Semua hanya bohong. Terima kasih banyak.

Minggu, 19 Oktober 2014

Trembling Night

- Oktober 19, 2014 0 komentar

Minggu, 19 Okt 2014, 01:54 a.m
Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja saat aku tengah asyik menonton tv, tiba-tiba terdengar suara orang teriak-teriak yang sepertinya penjaga malam smp dekat rumahku. Dia berteriak seperti ada maling atau sesuatu yang buruk terjadi. Di saat bersamaan anjing-anjing tetanggaku menggonggong seperti ketika ada maling yang datang atau orang tidak dikenal yang datang. Memang biasanya anjing tetanggaku terkadang suka menggonggong tanpa sebab juga ketika tengah malam, tapi kali ini agak aneh karena ditambahi dengan bentakan suara laki-laki. Entah apa yang terjadi aku sama sekali tidak mengetahuinya. Aku harap ini bukan sesuatu yang buruk. Aku berusaha mengetahui apa yang terjadi dengan mematikan suara tv dan mendengarkan situasi, namun nihil, aku tetap tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengingat aku orang yang mudah panik dan sangat mudah takut akan sesuatu, ingin aku menghubungi polisi, namun aku takut, aku takut aku dan keluargaku terancam bahaya. Aku sangat takut. Tapi aku juga tidak bisa memastikan apakah memang terjadi sesuatu yang luar biasa malam ini. Karena, aku tahu wilayah dekat-dekat rumahku juga ada beberapa orang yang suka mabuk. Semoga saja apa yang terjadi malam ini bukan sebuah hal yang mengerikan ataupun menakutkan. Semoga saja hanya kebetulan penjaga malam smp sebelah rumahku sedang bercanda dengan temannya sambil berteriak. Aku harap sesuatu yang buruk tidak terjadi dan tidak mengancam keluargaku, ayahku dan ibuku. Both of them is the most precious thing in this world, I don't wanna lose them. Please God, with all of my heart, all my life, all of me, take my family into your arm, especially my daddy and my mom. Please keep them secure in your arm. God help me I heard someone yelling at 02:07 and I also heard someone was coughing at 02:08. God help me to get my family secure from any danger. Please I pray to you from the deep of my heart, the full of my heart, the deep all of me. Amen.

Rabu, 24 September 2014

Hari-Hari Semester 5

- September 24, 2014 0 komentar
Oh my God!!!! When communication is soooo important but they didn't do that...aaaaarrrgggghhhh
Sebel banget lah ini, ketika kamu harus bekerja sendiri yang sebenarnya bisa dipikir kelompok. Semua sibuk sendiri-sendiri tanpa ada rasa aware sama tugas yang lain. Kalau nggak bisa ngerjain ya it's okay sebenarnya toh kita tahu sama-sama semua sibuk juga, tapi yang penting bilang. Nggak masalah seberapa berat tugasnya atau gimana, yg penting bilang. Kalau bilang kan semua enak bisa saling menyesuaikan jadwal. Masa iya terus pake ilmu kebatinan -_- sebeeel bangeeeet. Kalau capek gini bawaannya emooosiiiiii melulu kan. Nggak njuk mentang-mentang aku nggak aktif di kampus terus tugasnya nggak banyak. Beeeeh ini tugas-tugas bahkan udah sampe ngajak 'berantem' ama yang ngerjain -_-

Aku bosan mengerti, boleh nggak sih sekali-sekali dimengerti. Aku juga manusia lho sama seperti kalian. Hanya aku nggak pernah nunjukkin emosi yang parah banget di depan kalian. Ya, karena aku emang nggak suka. menurut aku cukup orang-orang terdekat aku aja yang tahu perasaan aku kayak apa. Ya ngapain aku umbar-umbar malah jadi aib. Tapi jeleknya ya begini mendem sendiri sakit sendiri terus ntar nangis sendiri terus aku harus gimana? aaaarrrgghhhh....emosi banget jiwa raga ini huhuhu T,T belum pernah aku ngerasa sejengkel ini sebelumnya sama temen :"( Tuhan maafin aku udah bikin sebel orang lain maafin aku juga udah sebel sama orang lain. Aku tahu semua ini Tuhan kasih biar aku semakin berkembang, biar aku ingat sama Tuhan selalu. Tuhan izinkanlah aku untuk meniru teladanmu dalam menjalani hidup di dunia. Ajarkanku secuil kekuatanmu, agar aku bisa bertahan meski di dalam kondisi terjepit sekalipun. Bantu aku Tuhan, jernihkan pikiran hambaMu ini :")
 

Clara's Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review