Jumat, 11 April 2014

Renungan di Malam Sendu....

- April 11, 2014 0 komentar
Semakin lama kita hidup semakin rumit hal hal yang kita hadapi. Banyak hal yang harus kita pahami. Terkadang hati dan pikiran kita tidak bisa menerimanya. Satu sisi lain dari diri kita langsung menolak secara otomatis. Kurang mau belajar, mungkin salah satu penyebabnya.
Banyak hal yang harus dipelajari. Mencintai proses, maka hasilnya pun akan penuh dengan cinta. Hidup ini begitu banyak mengajarkan kita untuk hidup dengan cara yang baik. Memahami orang lain, menerima orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan masih banyak lagi hal yang hidup ajarkan kepada kita manusia. Hanya saja tidak mudah belajar tentang Cinta, Kasih, dang pengaplikasiannya kepada orang lain. Tidak semua orang bisa memahami kondisi yang sedang dialami orang lain. Jangan harap untuk dimengerti tapi cobalah untuk lebih mengerti. Mengalah untuk sesuatu yang lebih baik tentunya lebih indah daripada ngotot untuk selalu menang. Hanya mencoba sedikit belajar tentang hidup. Tentang proses yang berjalan. Meskipun aku bukan orang yang sempurna. Namun terkadang, ada kalanya seseorang berpikir tentang hidup yang dijalaninya. Mau dibawa kemanakah hidupmu? Ke arah yang lebih baik? Lebih maju? atau lebih buruk? Lebih mundur? Dalam pikirku tidak ada kata terlambat. Meskipun nantinya umur semakin tua, tetap tidak ada kata terlambat. Sadar kalau terlambat dan berjuang dengan baik itu lebih baik daripada tahu terlambat tapi malah dibiarkan. Sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna itu lebih baik daripada merasa diri paling benar. Ada cara yang lebih baik dan enak untuk meraih sesuatu kenapa harus melalui cara yang cepat tapi menyebalkan?
Lebih baik berkaca sebelum berkata, memang ada betulnya. Memang perlu berhati-hati dalam bertingkah laku dan berkata-kata. Harus pintar menahan diri dan perasaan yang ada. Akting? bukan, tapi ini adalah sarana dimana harus menyadari posisi diri sebelum berkomentar tentang orang lain. Sulit? jelas, terkadang sangat meletup dalam hati, tapi harus ditahan. Ya, pelajaran ini yang sangat sulit kulakukan. Sulit menahan diri untuk tidak bertingkh atau mengomentari orang lain. Sulit untuk menerima pandangan orang lain. Wajahku memang tersenyum, terkesan aku menerimanya. Tapi aku memang diciptakan dengan muka yang selalu tersenyum. Pada dasarnya tidak ada yang tahu "wajahku" yang sebenarnya. Bagaimana aku sedih terlebih bagaimana aku menangis. Mungkin hanya Tuhan yang tahu dan biar Tuhan saja yang tahu :")

Jumat, 04 April 2014

Serba Serbi Mar-Apr 2014

- April 04, 2014 0 komentar

Mungkin aku agak sedikit kecewa. Tapi aku sudah berjanji untuk tidak mudah berprasangka buruk lagi terhadap orang lain. Aku harus mulai melihat seseorang dari segi positifnya. Terkadang aku berpikir bajwa sebenarnya kegiatanku tidak sebanyak teman-temanku kuliah, akan tetapi aku merasa sangat amat sibuk. Bahkan untuk merapikan rumah saja rasanya seperti tidak sempat. Bagaimana bisa? Tapi jika melihat dari sisi yang lain, dibanding teman-teman yg ada d komunitas yang aku geluti, aku merasa bahwa apa yang kualami ini ternyata sangat disiplin. Seperti proses penempaan diri sbg pribadi mandiri yang independen. Aku justru menjadi merasa bersyukur bahwa Tuhan memberiku kesempatan d tempat dimana aku bis berkarya lebih dari yang kukira. Aku awalnya berpikir bahwa apa yang kulakukan, kualami, dan kukerjakan di kampus itu tidaklah normal (karena pada umumnya teman-temanku gandrung mengikuti kegiatan kampus atau luar kampus). Tapi ternyata apa yg kulakukan sama dengan teman-temanku lain universitas. Bahkan hal yang di lingkungan kuliahku dianggap hal buruk, bagi temanku lain universitas itu sebagai hal yang biasa. Begitu baiknya Tuhan mau memberikanku kesempatan untuk menempa diriku lebih dan lebih lagi. Yang kupikir hal biasa, malah bs dibilang kurang maksimal, ternyata di mata sebagian orang sudah luar biasa. Tentunya aku harus lebih bersyukur dan terus berjuang menembus langit-langit yg membentang di atasku. Semangat, pastiii bisaaa!!!

 

Clara's Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review