Minggu, 23 November 2014

Mana yang Ternyata Menakutkan?

- November 23, 2014 0 komentar
Dulu aku beranggapan bahwa setan atau hantu adalah hal yang paling menakutkan. Bahkan aku sampai tidak bisa tidur hanya karena berkppikir mungkin saat aku tidur aku akan menemukan hantu atau setan di sampingku. Sebegitu takutnya aku sampai aku tidak bisa tidur sama sekali. Bahkan hanya untuk sekedar memejamkan tangan pun aku takut. Sedari kecil besar di keluarga yang kental dengan kebudayaan Jawa khususnya Yogyakarta membuatku mau tak mau percaya dengan keberadaan hantu ataupun setan ataupun roh baik dan buruk. Kebiasaan-kebiasaan budaya Jawa membuatku selalu jadi menghargai adanya benda-benda bertuah yang membuatku sangat takut. Membayangkan "guling" atau "tante" saja sudah membuatku takut. Bahkan aku bertanya-tanya bagaimana bisa teman-temanku yang "super" itu mampu bertahan melihat hal-hal sejenis itu tiap harinya, Membayangkan saja ak tak sanggup, apalagi melihat langsung.
Namun kusadari sekarang, bukan setan atau hantu lagi yang kutakutkan. Meski aku tahu ketakutanku akan hantu atau setan takkan berubah, namun rupanya ada hal yang lebih menakutkan dibandingkan hal-hal seperti itu. Hal menakutkan itu adalah MANUSIA. Mungkin kalian yang membaca ini akan beranggapan aku ini konyol sangat takut pada MANUSIA namun itulah kenyataannya. bukan berarti aku tak takut TUHAN. Aku sangat takut dengan TUHAN, karena jika IA marah maka aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa ditanya sudah jelas bahwa kemarahan TUHAN adalah hal yang paling aku takutkan,

Namun dibandingkan dengan hantu atau setan rupanya MANUSIA lebih menakutkan. Bagaimana tidak, MANUSIA adalah makhluk yang tega membunuh sesamanya tanpa ampun meski MANUSIA lain itu sama sekali tidak bersalah. Dengan seluruh kemampuannya berakal budi, MANUSIA tega menjatuhkan dan menghempaskan kawannya atau bahkan MANUSIA lain yang sangat amat dicintainya. Dengan mulut MANUSIA yang tajam, MANUSIA menyakiti MANUSIA lain begitu saja tanpa ampun. Bahkan tanpa tahu masalah yang sesungguhmya dihadapi pun MANUSIA dengan seenaknya mengambil kesimpulan dan keputusan yang menyesatkan. Aku belajar beberapa hari ini bahwa ternyata MANUSIA adalah makhluk yang lebih menakutkan dibanding hantu atau setan. Sungguh sangat menakutkan seperti kombinasi setan dan hantu yang sangat banyak. Sungguh aku merasa sangat ketakutan dengan yang namanya MANUSIA. Aku takut dibenci mereka tanpa sebab, aku takut disakiti oleh mereka dengan kejam, aku takut sungguh takut dengan tingkah MANUSIA yang semakin menggila dan seenaknya sendiri. Saking takutnya aku dengan manusia aku sampai takut bahwa tingkahku akan menyakiti mereka dan membuat rasa benci mereka atasku muncul. Sebegitu takutnya aku sampai-sampai aku merasa berjalan hanya berdua saja dengan TUHAN, seperti tidak ada MANUSIA lain yang dapat kupercaya karena semuanya palsu dan menakutkan. Aku hanya ingin dunia menjadi damai tanpa ada MANUSIA yang menakutkan, hanya ada MANUSIA baik yang tahu bagaimana untuk menghargai MANUSIA lain. Semoga ketakutan ini tidak menghalangiku menuju langkah yang lebih lagi. Aku hanya bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan selalu agar aku selalu dihindarkan dari MANUSIA yang sangat menakutkan.

Sabtu, 22 November 2014

Time to decide

- November 22, 2014 0 komentar

Biarkan semua orang lakukan apa yang mereka mau. Aku lelah untuk selalu dibandingkan, aku lelah untuk diremehkan. Kalian anggap aku selalu bahagia. Aku anggap aku milik kalian. Jangan kalian sok tahu apa yang ada dalam pikiranku, hatiku. Semuanya ini milikku dan Tuhan. Jangan anggap aku mau mengikuti kalian. Jangan harap aku menjadi seperti yang kalian mau. Aku tidak pernah mau menghargai kalian kalau kalian pun tak menghargaiku. Buat apa? Aku tak pernah bahagia dengan omongan palsu kalian. Tingkah kalian yang merasa sok benar itu memuakkan. Membuatku jijik, merinding, mual, bahkan serasa ingin muntah. Lama-lama hatiku mati, perasaanku mati. Beruntung ak punya teman-teman yang hebat meskipun mereka juga tidak peduli denganku sepenuh hatinya. Kalian boleh bilang aku keras kepala, aku bekerja semauku atau apalah itu namanya. Aku sudah muak dengan kalian. Hidupku sendiri aku yang tahu jangan terlalu banyak komentar. Aku tidam ingin menyumpahi kaliam atau mengerjai kalian. Aku bukan orang yang sejahat itu. Hanya saja jangan pernah anggap aku milik kalian lagi kalau kalian tidak bisa menghargaiku. Aku begini semua salah siapa? Aku pun nggak mau begini, kalian semua bilang itu salahku. Salahkan saja aku terus kalau begitu aku memang patut kalian salahkan, karena kalian memang selalu benar. Di mata kalian tidak ada yang benar selain kaliam sendiri. Kalau begitu lupakan aku dan anggap saja aku tak pernah ada. Jangan kaget kalau aku meninggalkan kalian ke luar negeri atau negara yang jauh. Aku tidak peduli, maaf hati dan rasa ini sudah mati, capek, lelah. Aku tidak peduli dengan semua rasa sayang kalian yang palsu, tidak ikhlas. Semua hanya bohong. Terima kasih banyak.

 

Clara's Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review