
Diam di sini menanti sinarmu yang tak kunjung datang
Hari berganti hari
Hujan selalu membasahi bumi
Namun sinarmu yang ku nanti
Kemana perginya?
Apa salahku sehingga matahari tak lagi muncul?
Haruskah ku ketuk awan mendung?
Haruskah?
Aku takut
Keberanian itu hilang begitu saja ketika petir menyambar
Jatuh dan tak berani terbang untuk mengetuk awan
Aku pergi menjauh dan berusaha hilang bercampur temanku para angin
Tapi awan mendung selalu mengikutimu
Aku ingin matahari...
Aku ingin matahari ada untuk dunia
Setiap kau dari lautkau berubah kelabu
Tak seperti dulu saat ku melihatmu berjalan denganku
Bodohkah aku?
Ya, bodoh memang
Bodoh, sudah mau membantumu berubah jadi matahari
Pada akhirnya aku tersambar-sambar petir
Aku tidak mau kau tahu, tapi aku juga mau kau tahu
Aku benar-benar takut membelah awan mendung
Takut merobek matahari yang ada di belakangnya
Benar-benar tak tega
Awan mendung meneteskan percik beningnya
Dan aku hanya bisa berkicau tentang diriku
Bodoh...