Selasa, 30 Desember 2014

Who am I?

- Desember 30, 2014 0 komentar

Terkadang aku merasa seperti orang baik yang sangat menyayangi semua orang. Terkadang aku bisa merasa jahat dan benci kepada semua orang. Terkadang aku merasa seperti orang paling bodoh sedunia. Terkadang pula aku merasa seperti orang yang sangat berpotensi menjadi orang sukses sedunia. I don't know, this who I am. Maybe I can, maybe I can't. Don't push me like you know me. I so much better if I walk on my own. Walk on my own is different with walk alone. I still need all people around me. I love them so much, but don't push me like you all know me so much :D thanks a lot guys :D

Minggu, 23 November 2014

Mana yang Ternyata Menakutkan?

- November 23, 2014 0 komentar
Dulu aku beranggapan bahwa setan atau hantu adalah hal yang paling menakutkan. Bahkan aku sampai tidak bisa tidur hanya karena berkppikir mungkin saat aku tidur aku akan menemukan hantu atau setan di sampingku. Sebegitu takutnya aku sampai aku tidak bisa tidur sama sekali. Bahkan hanya untuk sekedar memejamkan tangan pun aku takut. Sedari kecil besar di keluarga yang kental dengan kebudayaan Jawa khususnya Yogyakarta membuatku mau tak mau percaya dengan keberadaan hantu ataupun setan ataupun roh baik dan buruk. Kebiasaan-kebiasaan budaya Jawa membuatku selalu jadi menghargai adanya benda-benda bertuah yang membuatku sangat takut. Membayangkan "guling" atau "tante" saja sudah membuatku takut. Bahkan aku bertanya-tanya bagaimana bisa teman-temanku yang "super" itu mampu bertahan melihat hal-hal sejenis itu tiap harinya, Membayangkan saja ak tak sanggup, apalagi melihat langsung.
Namun kusadari sekarang, bukan setan atau hantu lagi yang kutakutkan. Meski aku tahu ketakutanku akan hantu atau setan takkan berubah, namun rupanya ada hal yang lebih menakutkan dibandingkan hal-hal seperti itu. Hal menakutkan itu adalah MANUSIA. Mungkin kalian yang membaca ini akan beranggapan aku ini konyol sangat takut pada MANUSIA namun itulah kenyataannya. bukan berarti aku tak takut TUHAN. Aku sangat takut dengan TUHAN, karena jika IA marah maka aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa ditanya sudah jelas bahwa kemarahan TUHAN adalah hal yang paling aku takutkan,

Namun dibandingkan dengan hantu atau setan rupanya MANUSIA lebih menakutkan. Bagaimana tidak, MANUSIA adalah makhluk yang tega membunuh sesamanya tanpa ampun meski MANUSIA lain itu sama sekali tidak bersalah. Dengan seluruh kemampuannya berakal budi, MANUSIA tega menjatuhkan dan menghempaskan kawannya atau bahkan MANUSIA lain yang sangat amat dicintainya. Dengan mulut MANUSIA yang tajam, MANUSIA menyakiti MANUSIA lain begitu saja tanpa ampun. Bahkan tanpa tahu masalah yang sesungguhmya dihadapi pun MANUSIA dengan seenaknya mengambil kesimpulan dan keputusan yang menyesatkan. Aku belajar beberapa hari ini bahwa ternyata MANUSIA adalah makhluk yang lebih menakutkan dibanding hantu atau setan. Sungguh sangat menakutkan seperti kombinasi setan dan hantu yang sangat banyak. Sungguh aku merasa sangat ketakutan dengan yang namanya MANUSIA. Aku takut dibenci mereka tanpa sebab, aku takut disakiti oleh mereka dengan kejam, aku takut sungguh takut dengan tingkah MANUSIA yang semakin menggila dan seenaknya sendiri. Saking takutnya aku dengan manusia aku sampai takut bahwa tingkahku akan menyakiti mereka dan membuat rasa benci mereka atasku muncul. Sebegitu takutnya aku sampai-sampai aku merasa berjalan hanya berdua saja dengan TUHAN, seperti tidak ada MANUSIA lain yang dapat kupercaya karena semuanya palsu dan menakutkan. Aku hanya ingin dunia menjadi damai tanpa ada MANUSIA yang menakutkan, hanya ada MANUSIA baik yang tahu bagaimana untuk menghargai MANUSIA lain. Semoga ketakutan ini tidak menghalangiku menuju langkah yang lebih lagi. Aku hanya bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan selalu agar aku selalu dihindarkan dari MANUSIA yang sangat menakutkan.

Sabtu, 22 November 2014

Time to decide

- November 22, 2014 0 komentar

Biarkan semua orang lakukan apa yang mereka mau. Aku lelah untuk selalu dibandingkan, aku lelah untuk diremehkan. Kalian anggap aku selalu bahagia. Aku anggap aku milik kalian. Jangan kalian sok tahu apa yang ada dalam pikiranku, hatiku. Semuanya ini milikku dan Tuhan. Jangan anggap aku mau mengikuti kalian. Jangan harap aku menjadi seperti yang kalian mau. Aku tidak pernah mau menghargai kalian kalau kalian pun tak menghargaiku. Buat apa? Aku tak pernah bahagia dengan omongan palsu kalian. Tingkah kalian yang merasa sok benar itu memuakkan. Membuatku jijik, merinding, mual, bahkan serasa ingin muntah. Lama-lama hatiku mati, perasaanku mati. Beruntung ak punya teman-teman yang hebat meskipun mereka juga tidak peduli denganku sepenuh hatinya. Kalian boleh bilang aku keras kepala, aku bekerja semauku atau apalah itu namanya. Aku sudah muak dengan kalian. Hidupku sendiri aku yang tahu jangan terlalu banyak komentar. Aku tidam ingin menyumpahi kaliam atau mengerjai kalian. Aku bukan orang yang sejahat itu. Hanya saja jangan pernah anggap aku milik kalian lagi kalau kalian tidak bisa menghargaiku. Aku begini semua salah siapa? Aku pun nggak mau begini, kalian semua bilang itu salahku. Salahkan saja aku terus kalau begitu aku memang patut kalian salahkan, karena kalian memang selalu benar. Di mata kalian tidak ada yang benar selain kaliam sendiri. Kalau begitu lupakan aku dan anggap saja aku tak pernah ada. Jangan kaget kalau aku meninggalkan kalian ke luar negeri atau negara yang jauh. Aku tidak peduli, maaf hati dan rasa ini sudah mati, capek, lelah. Aku tidak peduli dengan semua rasa sayang kalian yang palsu, tidak ikhlas. Semua hanya bohong. Terima kasih banyak.

Minggu, 19 Oktober 2014

Trembling Night

- Oktober 19, 2014 0 komentar

Minggu, 19 Okt 2014, 01:54 a.m
Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja saat aku tengah asyik menonton tv, tiba-tiba terdengar suara orang teriak-teriak yang sepertinya penjaga malam smp dekat rumahku. Dia berteriak seperti ada maling atau sesuatu yang buruk terjadi. Di saat bersamaan anjing-anjing tetanggaku menggonggong seperti ketika ada maling yang datang atau orang tidak dikenal yang datang. Memang biasanya anjing tetanggaku terkadang suka menggonggong tanpa sebab juga ketika tengah malam, tapi kali ini agak aneh karena ditambahi dengan bentakan suara laki-laki. Entah apa yang terjadi aku sama sekali tidak mengetahuinya. Aku harap ini bukan sesuatu yang buruk. Aku berusaha mengetahui apa yang terjadi dengan mematikan suara tv dan mendengarkan situasi, namun nihil, aku tetap tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengingat aku orang yang mudah panik dan sangat mudah takut akan sesuatu, ingin aku menghubungi polisi, namun aku takut, aku takut aku dan keluargaku terancam bahaya. Aku sangat takut. Tapi aku juga tidak bisa memastikan apakah memang terjadi sesuatu yang luar biasa malam ini. Karena, aku tahu wilayah dekat-dekat rumahku juga ada beberapa orang yang suka mabuk. Semoga saja apa yang terjadi malam ini bukan sebuah hal yang mengerikan ataupun menakutkan. Semoga saja hanya kebetulan penjaga malam smp sebelah rumahku sedang bercanda dengan temannya sambil berteriak. Aku harap sesuatu yang buruk tidak terjadi dan tidak mengancam keluargaku, ayahku dan ibuku. Both of them is the most precious thing in this world, I don't wanna lose them. Please God, with all of my heart, all my life, all of me, take my family into your arm, especially my daddy and my mom. Please keep them secure in your arm. God help me I heard someone yelling at 02:07 and I also heard someone was coughing at 02:08. God help me to get my family secure from any danger. Please I pray to you from the deep of my heart, the full of my heart, the deep all of me. Amen.

Rabu, 24 September 2014

Hari-Hari Semester 5

- September 24, 2014 0 komentar
Oh my God!!!! When communication is soooo important but they didn't do that...aaaaarrrgggghhhh
Sebel banget lah ini, ketika kamu harus bekerja sendiri yang sebenarnya bisa dipikir kelompok. Semua sibuk sendiri-sendiri tanpa ada rasa aware sama tugas yang lain. Kalau nggak bisa ngerjain ya it's okay sebenarnya toh kita tahu sama-sama semua sibuk juga, tapi yang penting bilang. Nggak masalah seberapa berat tugasnya atau gimana, yg penting bilang. Kalau bilang kan semua enak bisa saling menyesuaikan jadwal. Masa iya terus pake ilmu kebatinan -_- sebeeel bangeeeet. Kalau capek gini bawaannya emooosiiiiii melulu kan. Nggak njuk mentang-mentang aku nggak aktif di kampus terus tugasnya nggak banyak. Beeeeh ini tugas-tugas bahkan udah sampe ngajak 'berantem' ama yang ngerjain -_-

Aku bosan mengerti, boleh nggak sih sekali-sekali dimengerti. Aku juga manusia lho sama seperti kalian. Hanya aku nggak pernah nunjukkin emosi yang parah banget di depan kalian. Ya, karena aku emang nggak suka. menurut aku cukup orang-orang terdekat aku aja yang tahu perasaan aku kayak apa. Ya ngapain aku umbar-umbar malah jadi aib. Tapi jeleknya ya begini mendem sendiri sakit sendiri terus ntar nangis sendiri terus aku harus gimana? aaaarrrgghhhh....emosi banget jiwa raga ini huhuhu T,T belum pernah aku ngerasa sejengkel ini sebelumnya sama temen :"( Tuhan maafin aku udah bikin sebel orang lain maafin aku juga udah sebel sama orang lain. Aku tahu semua ini Tuhan kasih biar aku semakin berkembang, biar aku ingat sama Tuhan selalu. Tuhan izinkanlah aku untuk meniru teladanmu dalam menjalani hidup di dunia. Ajarkanku secuil kekuatanmu, agar aku bisa bertahan meski di dalam kondisi terjepit sekalipun. Bantu aku Tuhan, jernihkan pikiran hambaMu ini :")

Minggu, 01 Juni 2014

Just a post

- Juni 01, 2014 0 komentar

Mungkin memang ini semua sudah berubah. Apakah kurang iman? Saking stressnya orang butuh hiburan ampe buat sinetron yang nggak mutu. Sinetron yang bisa bikin virus-virus mindset "tahunya ada" ke anak-anak jaman sekarang. Nggak hanya itu aja kekanak-kanakan orang jaman sekarang. Belum lama lagi rame berita tentang grebek-grebek ibadah. Astagaaaa aku nggak paham lagi. Kalau dipikir jernih yang bener-bener jernih dan rasional, bukankah itu semacam hal yg kekanak-kanakan? Yang satu kekanak-kanakan karena mindset "tahunya ada" jd bikin manja nggak bisa susah. Yang satu kekanak-kanakan karena tersulut emosi karena masalah yang bisa dibicarakan dan dikomunikasikan baik-baik. Haduuuuh nggak paham lagi deh beneran. Aku nggak mihak siapa-siapa hanya saja mungkin alangkah baiknya jika menanggapi sesuatu hal itu dengan pikiran jernih dengan contoh yang baik. Jadi semuanya baik.

Minggu, 25 Mei 2014

Jenuuuuuh...

- Mei 25, 2014 0 komentar

Bagaimana ini berjalan kalau pada kenyataannya ini sulit berjalan. Ketidaksepahaman ini akan membuat segalanya sulit berjalan. Sikap kalian yang menganggap kalian superior itu perlu, tapi tidak selayaknya diaplikasikan pada segala hal. Entah mengapa sikap kalian itu membuatku beranggapan bahwa kalian superior dan dengan percaya diri menganggap kalian lebih baik daripada yang lain. Sikap kalian itu membuat segalanya jadi rumit. Kami takut melangkah, jika kami salah, kalian tidak mau ikut campur dan kami bekerja sendiri. Pada akhirnya aku menjadi lelah menghadapi segalanya. Aku benar-benar tidak suka dengan kelicikan kalian. Entah mengapa, kalian selalu dengan pintarnya memberikan beban pada orang lain, dan ketika orang itu berhasil buruk, kalian datang memperbaikinya seolah jadi pahlawan. Memang banyak waktu aku merasa cocok dengan kalian, namun ada kalanya kalian seperti membuangku tanpa sebab. Seperti kalian membuatku merasa dekat dan tahu segalanya kemudian mendiamkan dan membiarkanku begitu saja. Hal ini membuatku gerah sangat tidak enak. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak terlalu tertarik dengan bidang ini lagi. Aku akan menyelesaikan segalanya dan berpindah ke lain hal yang lebih berguna. Terima kasih sangat berterima kasih pada apa yang telah kalian berikan. Walaupun kalau memang semua hanya palsu dan kalian mempermainkanku, aku tetap akan berterimakasih, karena hal tersebutlah aku belajar akan sesuatu yang berharga. Sekali lagi terimakasih...

Jumat, 11 April 2014

Renungan di Malam Sendu....

- April 11, 2014 0 komentar
Semakin lama kita hidup semakin rumit hal hal yang kita hadapi. Banyak hal yang harus kita pahami. Terkadang hati dan pikiran kita tidak bisa menerimanya. Satu sisi lain dari diri kita langsung menolak secara otomatis. Kurang mau belajar, mungkin salah satu penyebabnya.
Banyak hal yang harus dipelajari. Mencintai proses, maka hasilnya pun akan penuh dengan cinta. Hidup ini begitu banyak mengajarkan kita untuk hidup dengan cara yang baik. Memahami orang lain, menerima orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan masih banyak lagi hal yang hidup ajarkan kepada kita manusia. Hanya saja tidak mudah belajar tentang Cinta, Kasih, dang pengaplikasiannya kepada orang lain. Tidak semua orang bisa memahami kondisi yang sedang dialami orang lain. Jangan harap untuk dimengerti tapi cobalah untuk lebih mengerti. Mengalah untuk sesuatu yang lebih baik tentunya lebih indah daripada ngotot untuk selalu menang. Hanya mencoba sedikit belajar tentang hidup. Tentang proses yang berjalan. Meskipun aku bukan orang yang sempurna. Namun terkadang, ada kalanya seseorang berpikir tentang hidup yang dijalaninya. Mau dibawa kemanakah hidupmu? Ke arah yang lebih baik? Lebih maju? atau lebih buruk? Lebih mundur? Dalam pikirku tidak ada kata terlambat. Meskipun nantinya umur semakin tua, tetap tidak ada kata terlambat. Sadar kalau terlambat dan berjuang dengan baik itu lebih baik daripada tahu terlambat tapi malah dibiarkan. Sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna itu lebih baik daripada merasa diri paling benar. Ada cara yang lebih baik dan enak untuk meraih sesuatu kenapa harus melalui cara yang cepat tapi menyebalkan?
Lebih baik berkaca sebelum berkata, memang ada betulnya. Memang perlu berhati-hati dalam bertingkah laku dan berkata-kata. Harus pintar menahan diri dan perasaan yang ada. Akting? bukan, tapi ini adalah sarana dimana harus menyadari posisi diri sebelum berkomentar tentang orang lain. Sulit? jelas, terkadang sangat meletup dalam hati, tapi harus ditahan. Ya, pelajaran ini yang sangat sulit kulakukan. Sulit menahan diri untuk tidak bertingkh atau mengomentari orang lain. Sulit untuk menerima pandangan orang lain. Wajahku memang tersenyum, terkesan aku menerimanya. Tapi aku memang diciptakan dengan muka yang selalu tersenyum. Pada dasarnya tidak ada yang tahu "wajahku" yang sebenarnya. Bagaimana aku sedih terlebih bagaimana aku menangis. Mungkin hanya Tuhan yang tahu dan biar Tuhan saja yang tahu :")

Jumat, 04 April 2014

Serba Serbi Mar-Apr 2014

- April 04, 2014 0 komentar

Mungkin aku agak sedikit kecewa. Tapi aku sudah berjanji untuk tidak mudah berprasangka buruk lagi terhadap orang lain. Aku harus mulai melihat seseorang dari segi positifnya. Terkadang aku berpikir bajwa sebenarnya kegiatanku tidak sebanyak teman-temanku kuliah, akan tetapi aku merasa sangat amat sibuk. Bahkan untuk merapikan rumah saja rasanya seperti tidak sempat. Bagaimana bisa? Tapi jika melihat dari sisi yang lain, dibanding teman-teman yg ada d komunitas yang aku geluti, aku merasa bahwa apa yang kualami ini ternyata sangat disiplin. Seperti proses penempaan diri sbg pribadi mandiri yang independen. Aku justru menjadi merasa bersyukur bahwa Tuhan memberiku kesempatan d tempat dimana aku bis berkarya lebih dari yang kukira. Aku awalnya berpikir bahwa apa yang kulakukan, kualami, dan kukerjakan di kampus itu tidaklah normal (karena pada umumnya teman-temanku gandrung mengikuti kegiatan kampus atau luar kampus). Tapi ternyata apa yg kulakukan sama dengan teman-temanku lain universitas. Bahkan hal yang di lingkungan kuliahku dianggap hal buruk, bagi temanku lain universitas itu sebagai hal yang biasa. Begitu baiknya Tuhan mau memberikanku kesempatan untuk menempa diriku lebih dan lebih lagi. Yang kupikir hal biasa, malah bs dibilang kurang maksimal, ternyata di mata sebagian orang sudah luar biasa. Tentunya aku harus lebih bersyukur dan terus berjuang menembus langit-langit yg membentang di atasku. Semangat, pastiii bisaaa!!!

Sabtu, 08 Februari 2014

Mommy Mode: On

- Februari 08, 2014 0 komentar

Semua bermula karena budheku sakit dan aku ada tanggung jawab sebagai ketua di sebuah acara. Mau nggak mau aku harus ikut membantu orangtuaku walopun di sisi lain juga harus nyiapin keperluan acara besok. Belum selesai urusan rumah, jam setengah dua sore sampe ruang PIA nggak tega juga buat nggak bersih-bersih. Barang dan sampah ada dimana-mana. Padahal jam enam sore.nya mau dipakai rapat PIA. Kalau nggak dibersihin nanti juga pasti nggak nyaman. Mau nggak mau ya udah kubersihin. Pas ngebersihin ruang PIA somehow I felt like a mommy. Soalnya ngebayangin kakak-kakak PIA yang dateng terus tempatnya bersih kan menyenangkan. Jadi semangat buat bersih-bersih ^_^

But in another way, I forgot to collect all the things for com.build =_=" *stupid one*

Asik-asik ngebersihin ruang PIA, malah jadi lupa waktu nggak kerasa udah setengah empat aja *WTH* So, aku buru-buru beberes dan pulang.

Nggak pake makan ma istirahat, langsung mandi ambil tas cus rapat PIA *serasa emak-emak kantoran yang sibuk* sampe sana ternyata masih sepi. Yaah...nggak apa apa sih toh aku juga emang sengaja dateng awal. Habis kemungkinan yang mimpin rapat ya paling aku *hadeh* Ya udahlah ya...sambil nunggu aku nyiapin snack rapat *untung aku masih ada oleh-oleh dari Bandung hahaha*

Satu demi satu kakak PIA berdatangan sampe ada tiga belas orang. Wonderfull!!! Aku bahagia bangeeet :') Akhirnya rapat dimulai dan kita berbahagia bersama....I love you guys :*

Sampe akhirnya aku harus pulang dan mempersiapkan segalanya. Eh...nggak tahunya tante.ku udah di rumah *pasti budhe yang minta dateng deh* yah, mau nggak mau berhubung mamaku yang "luar biasa" udah tidur, jadi aku harus bersih2 kamar deh buat tante. Padahal belum siap2 buat besok juga *fiuuuh*

But in the other side, I feel so happy. I feel like a REAL WOMAN. Working and clean the home. So happy!!! :D

Jumat, 07 Februari 2014

Horrible Morning

- Februari 07, 2014 0 komentar

Aku nggak tahu lagi deh apa ini efek kemarin apa nggak. Tapi plisss banget jangan sampe sakit besok udah makrab, senin udah kuliah. Salahku juga kali ya kemaren jalan-jalannya ampe jauh-jauh. Ampe Imogiri, sampe nyaris mau ke kebun buah mangunan. Hadeeew.. bodohnya aku lagi aku nggak pake jaket dan waktu gerimis nggak pake mantol. Mungkin itu yang bikin aku sakit sekarang kali ya. Tapi plisss banget jangan sakit. Masih banyak tanggungan yang harus kukerjain. Kayaknya aku sering banget ngeluh di blog hahahaha...biarin lah, aku nggak pengen ngeluh ke orang lain kok :)

Kamis, 06 Februari 2014

Jeritan Hati Saat Lelah

- Februari 06, 2014 0 komentar
Rasanya benci kalau disuruh ngomongin apa ditanyain "Gimana kuliah?" atau "Apa kabar?" somehow itu ngebawa aku buat bermuka dua. Belum kata-kata orang itu yang mengharuskan IP yg tinggi. Sementara sejujurnya aku tidak terlalu menyukai jurusan yang aku ambil. Aku hanya tertarik dan ingin membahagiakan orang tua. Hanya sesimpel itu. Tapi masih aja harus denger komentar-komentar orang yang nggak enak. Udah berusaha buat "budeg" berusaha buat "nyumpelin kuping" tapi masih aja jebol. Aku tahu maksudnya baik, aku tahu terkadang itu akibat kesalahanku. Tapi aku bosan. Apalagi untuk bertampang manis penuh senyum, CAPEK!!!
Emang dikira gampang, kuliahku ditambah dengan keadaan juga situasi dan kondisiku tuh nggak segampang itu. Kuliah penuh tekanan berat dari berbagai sudut. Rasanya kayak terkekang di keramaian. Aku yang anak tunggal harus memahami keadaan keluarga juga keluarga besar yang mempunyai pandangan yang luar biasa berbeda satu dengan yang lainnya. Meskipun aku anak tunggal, namun suatu saat nanti pun aku yang harus bertanggung jawab terhadap orang tuaku. Itu membuatku tak ingin menyusahkan mereka terutama ayahku. Namun bagaimana aku bisa bergerak kalau terkekang seperti ini. Sejujurnya aku tak pernah menemukan bagaimana sosok diriku yang sebenarnya. Setiap aku ingin memunculkan sosokku, kembali aku harus memberikan wajah senyum, atau menutup mulut dan membuka telinga lebar-lebar untuk mendengarkan keluh kesah orang lain sudah begitu masih pula harus berpikir keras untuk memberikan tanggapan atas keluh kesah mereka. Kondisi yang ada tidak mengizinkanku untuk bertingkah sesukaku. Bisa saja aku mengambil tindakan tindakan nekat yang bisa memajukan pribadiku, tapi aku tahu itu akan berimbas pada orang-orang yang paling dekat denganku. Aku sungguh tak mengerti. Keinginanku sederhana, aku ingin hidup bebas tanpa menyusahkan orang lain itu saja. Bukan aku ingin hidup sendiri, aku hanya tidak ingin orang lain mencampuri urusanku. Yaaah...mungkin saat menemukan ini kalian akan berpikir macam-macam, ada yang benci, ada yang kasihan, ada yang positif, ada yang negatif. Namun aku bukan tipe orang yang mudah memendam sesuatu masalah terlalu lama. Mungkin saat ini aku begitu lelah sehingga menulis kata-kata ini. Namun besok aku pasti sudah melupakannya...karena aku tidak mau mengingat hal-hal kelam yang tidak berguna bagi masa depan.
 

Clara's Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review