Minggu, 25 Mei 2014

Jenuuuuuh...

- Mei 25, 2014 0 komentar

Bagaimana ini berjalan kalau pada kenyataannya ini sulit berjalan. Ketidaksepahaman ini akan membuat segalanya sulit berjalan. Sikap kalian yang menganggap kalian superior itu perlu, tapi tidak selayaknya diaplikasikan pada segala hal. Entah mengapa sikap kalian itu membuatku beranggapan bahwa kalian superior dan dengan percaya diri menganggap kalian lebih baik daripada yang lain. Sikap kalian itu membuat segalanya jadi rumit. Kami takut melangkah, jika kami salah, kalian tidak mau ikut campur dan kami bekerja sendiri. Pada akhirnya aku menjadi lelah menghadapi segalanya. Aku benar-benar tidak suka dengan kelicikan kalian. Entah mengapa, kalian selalu dengan pintarnya memberikan beban pada orang lain, dan ketika orang itu berhasil buruk, kalian datang memperbaikinya seolah jadi pahlawan. Memang banyak waktu aku merasa cocok dengan kalian, namun ada kalanya kalian seperti membuangku tanpa sebab. Seperti kalian membuatku merasa dekat dan tahu segalanya kemudian mendiamkan dan membiarkanku begitu saja. Hal ini membuatku gerah sangat tidak enak. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak terlalu tertarik dengan bidang ini lagi. Aku akan menyelesaikan segalanya dan berpindah ke lain hal yang lebih berguna. Terima kasih sangat berterima kasih pada apa yang telah kalian berikan. Walaupun kalau memang semua hanya palsu dan kalian mempermainkanku, aku tetap akan berterimakasih, karena hal tersebutlah aku belajar akan sesuatu yang berharga. Sekali lagi terimakasih...

Jumat, 11 April 2014

Renungan di Malam Sendu....

- April 11, 2014 0 komentar
Semakin lama kita hidup semakin rumit hal hal yang kita hadapi. Banyak hal yang harus kita pahami. Terkadang hati dan pikiran kita tidak bisa menerimanya. Satu sisi lain dari diri kita langsung menolak secara otomatis. Kurang mau belajar, mungkin salah satu penyebabnya.
Banyak hal yang harus dipelajari. Mencintai proses, maka hasilnya pun akan penuh dengan cinta. Hidup ini begitu banyak mengajarkan kita untuk hidup dengan cara yang baik. Memahami orang lain, menerima orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan masih banyak lagi hal yang hidup ajarkan kepada kita manusia. Hanya saja tidak mudah belajar tentang Cinta, Kasih, dang pengaplikasiannya kepada orang lain. Tidak semua orang bisa memahami kondisi yang sedang dialami orang lain. Jangan harap untuk dimengerti tapi cobalah untuk lebih mengerti. Mengalah untuk sesuatu yang lebih baik tentunya lebih indah daripada ngotot untuk selalu menang. Hanya mencoba sedikit belajar tentang hidup. Tentang proses yang berjalan. Meskipun aku bukan orang yang sempurna. Namun terkadang, ada kalanya seseorang berpikir tentang hidup yang dijalaninya. Mau dibawa kemanakah hidupmu? Ke arah yang lebih baik? Lebih maju? atau lebih buruk? Lebih mundur? Dalam pikirku tidak ada kata terlambat. Meskipun nantinya umur semakin tua, tetap tidak ada kata terlambat. Sadar kalau terlambat dan berjuang dengan baik itu lebih baik daripada tahu terlambat tapi malah dibiarkan. Sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna itu lebih baik daripada merasa diri paling benar. Ada cara yang lebih baik dan enak untuk meraih sesuatu kenapa harus melalui cara yang cepat tapi menyebalkan?
Lebih baik berkaca sebelum berkata, memang ada betulnya. Memang perlu berhati-hati dalam bertingkah laku dan berkata-kata. Harus pintar menahan diri dan perasaan yang ada. Akting? bukan, tapi ini adalah sarana dimana harus menyadari posisi diri sebelum berkomentar tentang orang lain. Sulit? jelas, terkadang sangat meletup dalam hati, tapi harus ditahan. Ya, pelajaran ini yang sangat sulit kulakukan. Sulit menahan diri untuk tidak bertingkh atau mengomentari orang lain. Sulit untuk menerima pandangan orang lain. Wajahku memang tersenyum, terkesan aku menerimanya. Tapi aku memang diciptakan dengan muka yang selalu tersenyum. Pada dasarnya tidak ada yang tahu "wajahku" yang sebenarnya. Bagaimana aku sedih terlebih bagaimana aku menangis. Mungkin hanya Tuhan yang tahu dan biar Tuhan saja yang tahu :")

Jumat, 04 April 2014

Serba Serbi Mar-Apr 2014

- April 04, 2014 0 komentar

Mungkin aku agak sedikit kecewa. Tapi aku sudah berjanji untuk tidak mudah berprasangka buruk lagi terhadap orang lain. Aku harus mulai melihat seseorang dari segi positifnya. Terkadang aku berpikir bajwa sebenarnya kegiatanku tidak sebanyak teman-temanku kuliah, akan tetapi aku merasa sangat amat sibuk. Bahkan untuk merapikan rumah saja rasanya seperti tidak sempat. Bagaimana bisa? Tapi jika melihat dari sisi yang lain, dibanding teman-teman yg ada d komunitas yang aku geluti, aku merasa bahwa apa yang kualami ini ternyata sangat disiplin. Seperti proses penempaan diri sbg pribadi mandiri yang independen. Aku justru menjadi merasa bersyukur bahwa Tuhan memberiku kesempatan d tempat dimana aku bis berkarya lebih dari yang kukira. Aku awalnya berpikir bahwa apa yang kulakukan, kualami, dan kukerjakan di kampus itu tidaklah normal (karena pada umumnya teman-temanku gandrung mengikuti kegiatan kampus atau luar kampus). Tapi ternyata apa yg kulakukan sama dengan teman-temanku lain universitas. Bahkan hal yang di lingkungan kuliahku dianggap hal buruk, bagi temanku lain universitas itu sebagai hal yang biasa. Begitu baiknya Tuhan mau memberikanku kesempatan untuk menempa diriku lebih dan lebih lagi. Yang kupikir hal biasa, malah bs dibilang kurang maksimal, ternyata di mata sebagian orang sudah luar biasa. Tentunya aku harus lebih bersyukur dan terus berjuang menembus langit-langit yg membentang di atasku. Semangat, pastiii bisaaa!!!

Sabtu, 08 Februari 2014

Mommy Mode: On

- Februari 08, 2014 0 komentar

Semua bermula karena budheku sakit dan aku ada tanggung jawab sebagai ketua di sebuah acara. Mau nggak mau aku harus ikut membantu orangtuaku walopun di sisi lain juga harus nyiapin keperluan acara besok. Belum selesai urusan rumah, jam setengah dua sore sampe ruang PIA nggak tega juga buat nggak bersih-bersih. Barang dan sampah ada dimana-mana. Padahal jam enam sore.nya mau dipakai rapat PIA. Kalau nggak dibersihin nanti juga pasti nggak nyaman. Mau nggak mau ya udah kubersihin. Pas ngebersihin ruang PIA somehow I felt like a mommy. Soalnya ngebayangin kakak-kakak PIA yang dateng terus tempatnya bersih kan menyenangkan. Jadi semangat buat bersih-bersih ^_^

But in another way, I forgot to collect all the things for com.build =_=" *stupid one*

Asik-asik ngebersihin ruang PIA, malah jadi lupa waktu nggak kerasa udah setengah empat aja *WTH* So, aku buru-buru beberes dan pulang.

Nggak pake makan ma istirahat, langsung mandi ambil tas cus rapat PIA *serasa emak-emak kantoran yang sibuk* sampe sana ternyata masih sepi. Yaah...nggak apa apa sih toh aku juga emang sengaja dateng awal. Habis kemungkinan yang mimpin rapat ya paling aku *hadeh* Ya udahlah ya...sambil nunggu aku nyiapin snack rapat *untung aku masih ada oleh-oleh dari Bandung hahaha*

Satu demi satu kakak PIA berdatangan sampe ada tiga belas orang. Wonderfull!!! Aku bahagia bangeeet :') Akhirnya rapat dimulai dan kita berbahagia bersama....I love you guys :*

Sampe akhirnya aku harus pulang dan mempersiapkan segalanya. Eh...nggak tahunya tante.ku udah di rumah *pasti budhe yang minta dateng deh* yah, mau nggak mau berhubung mamaku yang "luar biasa" udah tidur, jadi aku harus bersih2 kamar deh buat tante. Padahal belum siap2 buat besok juga *fiuuuh*

But in the other side, I feel so happy. I feel like a REAL WOMAN. Working and clean the home. So happy!!! :D

Jumat, 07 Februari 2014

Horrible Morning

- Februari 07, 2014 0 komentar

Aku nggak tahu lagi deh apa ini efek kemarin apa nggak. Tapi plisss banget jangan sampe sakit besok udah makrab, senin udah kuliah. Salahku juga kali ya kemaren jalan-jalannya ampe jauh-jauh. Ampe Imogiri, sampe nyaris mau ke kebun buah mangunan. Hadeeew.. bodohnya aku lagi aku nggak pake jaket dan waktu gerimis nggak pake mantol. Mungkin itu yang bikin aku sakit sekarang kali ya. Tapi plisss banget jangan sakit. Masih banyak tanggungan yang harus kukerjain. Kayaknya aku sering banget ngeluh di blog hahahaha...biarin lah, aku nggak pengen ngeluh ke orang lain kok :)

Kamis, 06 Februari 2014

Jeritan Hati Saat Lelah

- Februari 06, 2014 0 komentar
Rasanya benci kalau disuruh ngomongin apa ditanyain "Gimana kuliah?" atau "Apa kabar?" somehow itu ngebawa aku buat bermuka dua. Belum kata-kata orang itu yang mengharuskan IP yg tinggi. Sementara sejujurnya aku tidak terlalu menyukai jurusan yang aku ambil. Aku hanya tertarik dan ingin membahagiakan orang tua. Hanya sesimpel itu. Tapi masih aja harus denger komentar-komentar orang yang nggak enak. Udah berusaha buat "budeg" berusaha buat "nyumpelin kuping" tapi masih aja jebol. Aku tahu maksudnya baik, aku tahu terkadang itu akibat kesalahanku. Tapi aku bosan. Apalagi untuk bertampang manis penuh senyum, CAPEK!!!
Emang dikira gampang, kuliahku ditambah dengan keadaan juga situasi dan kondisiku tuh nggak segampang itu. Kuliah penuh tekanan berat dari berbagai sudut. Rasanya kayak terkekang di keramaian. Aku yang anak tunggal harus memahami keadaan keluarga juga keluarga besar yang mempunyai pandangan yang luar biasa berbeda satu dengan yang lainnya. Meskipun aku anak tunggal, namun suatu saat nanti pun aku yang harus bertanggung jawab terhadap orang tuaku. Itu membuatku tak ingin menyusahkan mereka terutama ayahku. Namun bagaimana aku bisa bergerak kalau terkekang seperti ini. Sejujurnya aku tak pernah menemukan bagaimana sosok diriku yang sebenarnya. Setiap aku ingin memunculkan sosokku, kembali aku harus memberikan wajah senyum, atau menutup mulut dan membuka telinga lebar-lebar untuk mendengarkan keluh kesah orang lain sudah begitu masih pula harus berpikir keras untuk memberikan tanggapan atas keluh kesah mereka. Kondisi yang ada tidak mengizinkanku untuk bertingkah sesukaku. Bisa saja aku mengambil tindakan tindakan nekat yang bisa memajukan pribadiku, tapi aku tahu itu akan berimbas pada orang-orang yang paling dekat denganku. Aku sungguh tak mengerti. Keinginanku sederhana, aku ingin hidup bebas tanpa menyusahkan orang lain itu saja. Bukan aku ingin hidup sendiri, aku hanya tidak ingin orang lain mencampuri urusanku. Yaaah...mungkin saat menemukan ini kalian akan berpikir macam-macam, ada yang benci, ada yang kasihan, ada yang positif, ada yang negatif. Namun aku bukan tipe orang yang mudah memendam sesuatu masalah terlalu lama. Mungkin saat ini aku begitu lelah sehingga menulis kata-kata ini. Namun besok aku pasti sudah melupakannya...karena aku tidak mau mengingat hal-hal kelam yang tidak berguna bagi masa depan.

Senin, 16 September 2013

Ikhlas...

- September 16, 2013 0 komentar
Aku selalu berusaha tegar di depan orang lain. Selalu memberi senyum meski tak ingin, selalu tertawa meski menangis dan tertekan. Jangan kira aku tak punya masalah. Begitu banyaknya masalah sehingga aku tidak bisa berkembang lebih. Aku tak mau orang lain kasihan padaku. Terlebih lagi jika mereka hanya kasihan tanpa mengerti perasaanku. Maka dari itu yang kalian tahu aku selalu tertawa, selalu tersenyum dan ceria, selalu berusaha menghadapi masalah dengan tidak mengedepankan emosi. Aku senang tidak ada yang berhasil memasuki benteng pertahananku. Sampai akhirnya seseorang masuk dan meruntuhkannya. Bagaimana bisa aku yang selalu ceria dan tersenyum di depan kalian tiba tiba menangis hanya karena sebuah hal kecil, hanya sebuah percakapan sederhana. Percakapan kecil, singkat, namun bermakna untukku, sangat bermakna :')
Mungkin kamu nggak menyadari kalau percakapan itu sangat berarti untukku, mengingat kita yang berminggu minggu tanpa bicara apapun. Kamu sanggup meruntuhkan benteng pertahananku. Kamu berhasil menghancurkan topengku selama ini. Kumohon supaya cuma kamu dan hanya kamu yang tahu. Kumohon jadikanlah aku temanmu. Aku tak berharap lebih jadi teman pun cukup bagiku yang penting adalah melihatmu bahagia. Hanya itu saja harapanku untukmu :')
 

Clara's Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review